Minggu, 18 Oktober 2015

TBC PADA ANAK

      TBC pada anak bukanlah penyakit yang menular karena kuman hanya berkembang biak di kelenjar paru-paru jadi tidak terbuka. Hal itu tentu sangat berbeda dengan TBC pada orang dewasa yang bisa menular melalui kontak udara maupun badan dengan penderita. Anak dengan kondisi gizi buruk atau memiliki sistem imunitas yang lemah sangat rentan untuk tertular kuman TBC. Untuk upaya pencegahan lebih dini agar anak tidak terinfeksi kuman TBC, maka disarankan kepada orang tua untuk memberi vaksin BCG pada anak, terutama setelah dilahirkan. TBC pada anak bisa berbahaya kalau tidak ditanggulangi dengan benar, karena kuman yang masuk ke saluran napas dapat menyebar ke seluruh tubuh seperti selaput otak, hati, ginjal, tulang. Namun, selama daya tahan tubuh anak dalam keadaan baik maka kuman TBC akan berdiam diri dan baru bereaksi ketika daya tahan anak menurun. Penanganan terkini TBC pada anak dimulai dari diagnosis TBC pada anak. Namun sebenarnya sangat sulit untuk dapat mendiagnosa Tuberculosis yang menyerang anak-anak yang lebih kecil. Padahal diagnosis tepat TBC sangatlah penting untuk menemukan adanya Mycobacterium tuberculosis yang hidup dan aktif dalam tubuh anak yang diduga TBC. Caranya yang paling mudah adalah dengan melakukan tes dahak. Namun hal itu tidak bisa dilakukan dengan uji dahak, karena anak yang menderita TBC biasanya tidak mengalami batuk berdahak. Untuk itu dilakukan cara lain untuk mendiagnosis kuman TBC pada anak, yakni melalui gambaran klinis, foto rontgen dada dan uji tuberculin atau uji mantoux. Jika mengandalkan hasil foto rongent dada, maka tidak akan ditemukan diagnosa yang tepat karenanya perlu dilakukan uji tuberculin. Nah, jika hasil Uji Tuberkulin positif, maka hal tersebut menunjukkan adanya infeksi TB.

        Untuk itu, biasanya dokter akan menerapkan penanganan terkini pada TBC anak, yakni mengharuskan anak yang terinfeksi TBC untuk menjalani pengobatan TBC menggunakan tiga macam obat, yaitu INH, Rifampicin dan Pirazinamide. Pemberian obat INH dan Rifampicin selama dua bulan, dan Pirazinamide selama empat bulan, sehingga minimal pemberian obat sama dengan orang dewasa, yaitu enam bulan.Selain mengetahui tentang penanganan terkini TBC pada anak, masyarakat juga harus memahami bahwa Penyakit TBC merupakan penyakit infeksi yang artinya, pasti ada sumber penularnya. Jadi, apabila kita mendapati seorang anak menderita TB aktif, maka langkah efektif yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran TBC kepada anggota keluarga yang lain adalah dengan memeriksa seluruh anggota keluarga dan orang dewasa lain yang memiliki kontak dekat dengan si anak yang menderita TB aktif. Hal itu berguna untuk mencari sumber penularan TBC, dan jika sudah ketemu maka penderita harus segera diobati, agar rantai penularan dapat dihentikan sedini mungkin.

PENCEGAHAN TBC PADA ANAK
     
       Apakah anak Anda sudah mendapatkan imunisasi yang biasa diberikan secara bertahap sejak lahir? Adakah imunisasi BCG untuk tuberculosis? Jika sudah berarti Anda termasuk orangtua yang sudah melakukan langkah awal mengambil tindakan pencegahan terhadap infeksi bakteri tuberculosis. Ya, pencegahan TBC pada anak bisa dilakukan dengan langkah awal memberikan suntikan vaksin TB untuk menguatkan daya tahan tubuh anak terhadap bakteri TB.

      Vaksin BCG mencegah penyakit Tuberkulosis. BCG adalah Bacille Calmette-Guerin, nama yang diberikan untuk vaksin ini sesuai dengan nama penemunya yaitu Dr Guerin yang telah mengembangkan vaksin pencegah sejak awal abad ke 20 lalu. Vaksin ini telah digunakan sejak tahun 1921 dan vaksin ini telah diproses tidak membahayakan bagi tubuh manusia. Vaksin ini bukan mencegah seseorang terinfeksi TB tetapi mencegah perkembangan penyakitnya. Vaksin ini khusus digunakan untuk mencegah penyakit TB pada anak. Vaksin ini bisa mencegah penyakit TB pada anak selama 10 tahun dan WHO telah merekomendasikan pemberian satu dosis vaksin ini pada satu orang anak. Sebelum vaksin diberikan, anak akan melalui test Mantoux terlebih dulu untuk melihat apakah anak sudah terinfeksi atau belum. Jika sudah terinfeksi maka vaksin ini tidak boleh diberikan.

       Pemberian vaksin sebagai pencegahan TBC pada anak dilakukan dengan satu suntikan di bawah kulit. Biasanya suntikan dilakukan di lengan kiri bagian atas. Namun, beberapa orang tidak bisa diberi suntikan vaksin ini karena akan menimbulkan komplikasi. Mereka adalah orang-orang yang pernah memiliki penyakit TB sebelumnya, memiliki hasil tes positif pada tes mantoux, terinfeksi HIV, sedang melakukan perawatan dengan pengobatan tertentu yang melemahkan daya tahan tubuh atau wanita hamil.

Apakah pemberian vaksin ini menimbulkan efek samping?

Anak yang sudah diberi vaksin biasanya punya ciri benjolan bekas suntikan di lengan kirinya. Benjolan ini akan terasa sakit selama 2-3 minggu namun pada akhirnya hanya akan meninggalkan luka bekas suntikan yang kecil saja. Bekas luka ini menandakan anak sudah pernah diberi imunisasi BCG. Jadi, sebelum vaksin ini bertahan selama 10 tahun, anak tidak boleh diberi lagi suntikn vaksin BCG. Para ibu sudah harus memahami pentingnya pemberian vaksin ini sebagai langkah pencegahan TBC pada anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar