Untuk itu, biasanya dokter akan menerapkan penanganan terkini pada TBC anak, yakni mengharuskan anak yang terinfeksi TBC untuk menjalani
pengobatan TBC menggunakan tiga macam obat, yaitu INH, Rifampicin dan
Pirazinamide. Pemberian obat INH dan Rifampicin selama dua bulan, dan
Pirazinamide selama empat bulan, sehingga minimal pemberian obat sama
dengan orang dewasa, yaitu enam bulan.Selain mengetahui tentang penanganan terkini TBC pada anak,
masyarakat juga harus memahami bahwa Penyakit TBC merupakan penyakit
infeksi yang artinya, pasti ada sumber penularnya. Jadi, apabila kita
mendapati seorang anak menderita TB aktif, maka langkah efektif yang
harus dilakukan untuk mencegah penyebaran TBC kepada anggota keluarga
yang lain adalah dengan memeriksa seluruh anggota keluarga dan orang
dewasa lain yang memiliki kontak dekat dengan si anak yang menderita TB
aktif. Hal itu berguna untuk mencari sumber penularan TBC, dan jika
sudah ketemu maka penderita harus segera diobati, agar rantai penularan
dapat dihentikan sedini mungkin.
PENCEGAHAN TBC PADA ANAK
Apakah anak Anda sudah mendapatkan imunisasi yang biasa diberikan
secara bertahap sejak lahir? Adakah imunisasi BCG untuk tuberculosis?
Jika sudah berarti Anda termasuk orangtua yang sudah melakukan langkah
awal mengambil tindakan pencegahan terhadap infeksi bakteri
tuberculosis. Ya, pencegahan TBC
pada anak bisa dilakukan dengan langkah awal memberikan suntikan vaksin
TB untuk menguatkan daya tahan tubuh anak terhadap bakteri TB.
Vaksin BCG mencegah penyakit Tuberkulosis. BCG adalah Bacille
Calmette-Guerin, nama yang diberikan untuk vaksin ini sesuai dengan nama
penemunya yaitu Dr Guerin yang telah mengembangkan vaksin pencegah
sejak awal abad ke 20 lalu. Vaksin ini telah digunakan sejak tahun 1921
dan vaksin ini telah diproses tidak membahayakan bagi tubuh manusia.
Vaksin ini bukan mencegah seseorang terinfeksi TB tetapi mencegah
perkembangan penyakitnya. Vaksin ini khusus digunakan untuk mencegah
penyakit TB pada anak. Vaksin ini bisa mencegah penyakit TB pada anak selama 10 tahun dan
WHO telah merekomendasikan pemberian satu dosis vaksin ini pada satu
orang anak. Sebelum vaksin diberikan, anak akan melalui test Mantoux
terlebih dulu untuk melihat apakah anak sudah terinfeksi atau belum. Jika sudah terinfeksi maka vaksin ini tidak boleh diberikan.
Pemberian vaksin sebagai pencegahan TBC pada anak dilakukan dengan
satu suntikan di bawah kulit. Biasanya suntikan dilakukan di lengan kiri
bagian atas. Namun, beberapa orang tidak bisa diberi suntikan vaksin
ini karena akan menimbulkan komplikasi. Mereka adalah orang-orang yang
pernah memiliki penyakit TB sebelumnya, memiliki hasil tes positif pada
tes mantoux, terinfeksi HIV, sedang melakukan perawatan dengan
pengobatan tertentu yang melemahkan daya tahan tubuh atau wanita hamil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar